Mahasiswa Farmasi UM-Manado Laksanakan PBL Industri melalui Kunjungan ke PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Bitung

Dalam rangka pelaksanaan Praktik Belajar Lapangan (PBL) Industri, Program Studi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Manado melaksanakan kunjungan industri ke PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk yang berlokasi di Kota Bitung. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 28 Januari 2026, pukul 10.00–12.00 WITA, bertempat di fasilitas produksi perusahaan yang berada di Jalan Walanda Maramis, Kelurahan Madidir Weru (Lingkungan I), Kecamatan Madidir, Kota Bitung, Sulawesi Utara. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai proses produksi di industri makanan dan minuman, khususnya yang berkaitan dengan standar mutu, keamanan pangan, serta sistem pengendalian kualitas produk. Dalam kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pemaparan langsung dari tim PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk mengenai alur produksi serta penerapan standar industri yang ketat.Dalam sesi materi, tim Indofood menjelaskan bahwa setiap produk yang dihasilkan harus melalui serangkaian proses yang terstruktur, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, pengemasan, hingga distribusi. Seluruh tahapan tersebut dilakukan dengan menerapkan prinsip Good Manufacturing Practices (GMP) dan sistem jaminan mutu guna memastikan produk aman, higienis, dan berkualitas tinggi. “Kualitas produk merupakan prioritas utama. Oleh karena itu, setiap tahapan produksi harus diawasi dengan ketat untuk memastikan produk yang sampai ke konsumen memenuhi standar keamanan dan mutu,” ujar perwakilan tim PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Selain pemaparan materi, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat lingkungan kerja industri serta memahami penerapan sistem pengendalian mutu di lapangan. Hal ini memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana teori yang dipelajari di bangku kuliah diaplikasikan dalam dunia industri. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi S1 Farmasi dengan antusiasme yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi diskusi, di mana mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan terkait proses produksi, pengendalian mutu, hingga peluang karier di industri makanan dan farmasi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami pentingnya penerapan standar mutu dan keamanan dalam industri, serta mampu mengaitkan ilmu farmasi dengan praktik di bidang industri pangan. Kunjungan ini juga menjadi sarana untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai peluang kerja di sektor industri yang berkaitan dengan kesehatan dan produk konsumsi. Pihak Program Studi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Manado menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran berbasis praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia industri. “Kami berharap mahasiswa dapat memperoleh pengalaman langsung dari dunia industri, sehingga memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi dunia kerja,” ujar perwakilan panitia. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Manado terus berkomitmen dalam mencetak lulusan yang kompeten, profesional, serta memiliki pemahaman yang luas terhadap berbagai sektor industri.

Mahasiswa Farmasi UM-Manado Laksanakan PBL Industri Melalui Kunjungan ke BPOM Manado

Dalam rangka pelaksanaan Praktik Belajar Lapangan (PBL) Industri, Program Studi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Manado melaksanakan kegiatan kunjungan industri ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Manado. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 28 Januari 2026, pukul 10.00–12.00 WITA, bertempat di Aula Kantor Balai Besar POM Manado yang beralamat di Jl. Raya Manado–Tomohon Km. 7, Winangun Atas, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman langsung kepada mahasiswa mengenai peran dan fungsi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam mengawasi peredaran obat, makanan, kosmetik, dan produk kesehatan lainnya di Indonesia. Dalam kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pemaparan langsung dari tim Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Manado terkait tugas, tanggung jawab, serta sistem pengawasan yang diterapkan. Dalam sesi materi, tim BPOM menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pre-market hingga post-market. Proses ini meliputi evaluasi produk sebelum izin edar diberikan, serta pengawasan setelah produk beredar di masyarakat guna memastikan keamanan, mutu, dan khasiat produk tetap terjaga. “BPOM memiliki peran strategis dalam melindungi masyarakat dari produk yang tidak memenuhi standar. Oleh karena itu, setiap produk yang beredar harus melalui proses evaluasi dan pengawasan yang ketat,” ujar perwakilan tim Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Manado. Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan pada berbagai aspek teknis, seperti proses registrasi produk, pengujian laboratorium, hingga penindakan terhadap pelanggaran yang terjadi di lapangan. Kegiatan ini memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya regulasi dalam industri farmasi dan produk kesehatan. Antusiasme mahasiswa terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan terkait mekanisme pengawasan, prosedur perizinan, serta tantangan yang dihadapi oleh BPOM dalam menjalankan tugasnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami secara komprehensif peran BPOM dalam sistem kesehatan nasional, serta mampu mengaitkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di lapangan. Kunjungan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dalam pengembangan dan distribusi produk farmasi. Pihak Program Studi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Manado menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis praktik. “Kami berharap mahasiswa dapat memperoleh pengalaman langsung yang berharga, sehingga memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai sistem pengawasan obat dan makanan di Indonesia,” ujar perwakilan panitia. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Manado terus berkomitmen dalam mencetak lulusan farmasi yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memahami aspek regulasi dan praktik industri secara nyata.

Mahasiwa Farmasi UM-Manado Laksanakan PBL Industri Melalui Kunjungan ke BSPJI Manado

Dalam rangka pelaksanaan Praktik Belajar Lapangan (PBL) Industri, Program Studi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Manado melaksanakan kunjungan industri ke Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Manado. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 Januari 2026, pukul 13.00–14.30 WITA, bertempat di kantor BSPJI Manado yang berlokasi di Jalan Raya Mapanget, Kelurahan Paniki Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman langsung kepada mahasiswa mengenai peran strategis BSPJI dalam mendukung peningkatan mutu industri melalui layanan standardisasi, pengujian, kalibrasi, dan sertifikasi produk. Dalam kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pemaparan langsung dari tim Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Manado terkait fungsi, layanan, serta kontribusi lembaga dalam menjamin kualitas produk industri di Indonesia. Dalam sesi materi, tim BSPJI menjelaskan bahwa standardisasi merupakan aspek penting dalam memastikan produk yang dihasilkan industri memenuhi persyaratan mutu, keamanan, dan daya saing. BSPJI berperan dalam membantu pelaku industri, termasuk sektor farmasi, untuk memenuhi standar nasional maupun internasional melalui berbagai layanan teknis. “Standardisasi dan pengujian menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas produk industri. Melalui layanan yang kami berikan, kami mendukung industri agar mampu menghasilkan produk yang memenuhi standar dan siap bersaing di pasar,” ujar perwakilan tim Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Manado. Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan pada berbagai fasilitas laboratorium yang digunakan dalam proses pengujian produk, termasuk prosedur analisis kualitas bahan dan produk jadi. Penjelasan ini memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya pengendalian mutu dalam siklus produksi industri. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi S1 Farmasi yang sedang menjalani PBL Industri. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi, di mana mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan terkait proses standardisasi, pengujian produk, serta penerapan standar dalam industri farmasi dan produk kesehatan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami secara komprehensif pentingnya standardisasi dan pengujian dalam menjamin kualitas produk, serta mampu mengaitkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik di dunia industri. Kunjungan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja, khususnya di bidang industri farmasi dan pengawasan mutu. Pihak Program Studi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Manado menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk menghadirkan pembelajaran berbasis praktik yang relevan dengan kebutuhan industri. “Kami berharap mahasiswa dapat memperoleh pengalaman langsung terkait sistem standardisasi dan pengujian industri, sehingga memiliki pemahaman yang lebih mendalam dan aplikatif,” ujar perwakilan panitia. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Manado terus berkomitmen dalam mencetak lulusan farmasi yang kompeten, profesional, serta memiliki pemahaman yang baik terhadap sistem mutu dan standardisasi industri.

Kuliah Tamu PBL Industri : Menyoroti Peran Strategis Quality Assurance dan Produksi dalam Industri Farmasi

Dalam rangka pelaksanaan Praktik Belajar Lapangan (PBL) Industri, Program Studi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Manado kembali menyelenggarakan kuliah tamu sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa dalam memahami dunia industri farmasi secara menyeluruh. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kuliah tamu dengan tema besar “Penguatan Farmasi Sains dan Jiwa Pharmapreneur dalam Pengembangan Produk Obat, Makanan-Minuman, Kosmetik, dan Obat Tradisional”. Kuliah tamu Materi IV yang mengangkat topik “Dibalik Layar Industri Farmasi: Menilik Peran Strategis Quality Assurance dan Produksi dalam Menghasilkan Produk Berkualitas” dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Kamis, 22 Januari 2026, pukul 14.00–15.00 WITA. Kegiatan ini menghadirkan narasumber praktisi industri, yaitu Apt. Rudi Firanda, S.Farm. dari PT. Kino. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa dalam industri farmasi, kualitas produk tidak hanya ditentukan pada tahap akhir, tetapi dibangun sejak awal melalui sistem yang terintegrasi antara Quality Assurance (QA) dan bagian produksi. QA memiliki peran penting dalam memastikan seluruh proses produksi berjalan sesuai standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), sementara bagian produksi bertanggung jawab dalam pelaksanaan proses pembuatan produk secara konsisten dan efisien. “Quality Assurance berperan sebagai pengawal mutu yang memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur dan regulasi, sedangkan produksi menjadi ujung tombak dalam menghasilkan produk yang sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan,” ungkap Apt. Rudi Firanda, S.Farm.. Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa kolaborasi antara QA dan produksi menjadi kunci dalam menghasilkan produk farmasi yang berkualitas tinggi. QA memastikan dokumentasi, validasi proses, serta pengendalian mutu berjalan optimal, sementara produksi memastikan bahwa setiap tahapan proses dilakukan secara tepat dan konsisten. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi S1 Farmasi yang sedang menjalani PBL Industri. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi, di mana mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan terkait alur produksi, sistem penjaminan mutu, hingga tantangan yang dihadapi dalam menjaga kualitas produk di industri farmasi. Kuliah tamu ini memberikan pemahaman yang komprehensif kepada mahasiswa mengenai pentingnya sistem mutu dalam industri farmasi, serta bagaimana peran setiap bagian saling berkaitan dalam menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan layak edar. Pihak Program Studi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Manado menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen dalam membekali mahasiswa dengan wawasan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. “Kami berharap mahasiswa dapat memahami pentingnya sistem penjaminan mutu dan proses produksi dalam industri farmasi, sehingga mampu mempersiapkan diri menjadi tenaga profesional yang kompeten dan siap kerja,” ujar perwakilan panitia. Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Manado terus berupaya menciptakan lulusan yang unggul, profesional, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan industri farmasi yang semakin kompleks dan dinamis.

Kuliah Tamu PBL Industri : Mengungkap Peran Strategis Quality Control dan R&D dalam Industri Farmasi

Dalam rangka pelaksanaan Praktik Belajar Lapangan (PBL) Industri, Program Studi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Manado kembali menyelenggarakan kuliah tamu sebagai bagian dari upaya penguatan kompetensi mahasiswa dalam memahami dunia industri farmasi secara komprehensif. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kuliah tamu dengan tema besar “Penguatan Farmasi Sains dan Jiwa Pharmapreneur dalam Pengembangan Produk Obat, Makanan-Minuman, Kosmetik, dan Obat Tradisional”. Kuliah tamu Materi III yang mengangkat topik “Dibalik Layar Industri Farmasi: Menilik Peran Strategis Quality Control dan R&D dalam Menghasilkan Produk Berkualitas” dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Kamis, 22 Januari 2026, pukul 13.00–14.00 WITA. Kegiatan ini menghadirkan narasumber praktisi industri, yaitu Apt. Wisang Seta Geni, S.Farm. dari PT. Beiersdorf Indonesia. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa keberhasilan suatu produk farmasi tidak hanya ditentukan oleh ide atau formulasi awal, tetapi juga sangat bergantung pada peran penting divisi Quality Control (QC) dan Research and Development (R&D). Kedua divisi ini memiliki tanggung jawab strategis dalam memastikan bahwa setiap produk yang dihasilkan memenuhi standar mutu, keamanan, dan efektivitas yang telah ditetapkan. “Quality Control dan R&D merupakan dua pilar utama dalam industri farmasi. R&D berperan dalam inovasi dan pengembangan produk, sementara QC memastikan bahwa setiap produk yang dihasilkan konsisten, aman, dan sesuai standar yang berlaku,” ungkap Apt. Wisang Seta Geni, S.Farm.. Lebih lanjut, beliau memaparkan bahwa dalam proses pengembangan produk, R&D bertugas melakukan penelitian mulai dari tahap formulasi, uji stabilitas, hingga pengembangan skala produksi. Sementara itu, QC berperan dalam melakukan pengujian terhadap bahan baku, produk antara, hingga produk jadi untuk menjamin kualitas sebelum dipasarkan. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi S1 Farmasi yang sedang menjalani PBL Industri. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi, di mana mahasiswa menggali lebih dalam mengenai peran masing-masing divisi, peluang karier di industri farmasi, serta tantangan yang dihadapi dalam menjaga kualitas produk di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Kuliah tamu ini memberikan wawasan praktis yang sangat relevan bagi mahasiswa, khususnya dalam memahami bagaimana teori farmasi yang dipelajari di bangku kuliah diterapkan secara nyata di dunia industri. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong mahasiswa untuk memiliki pola pikir kritis, inovatif, dan profesional dalam menghadapi dunia kerja. Pihak Program Studi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Manado menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing di dunia industri. “Kami berharap mahasiswa dapat memahami pentingnya peran Quality Control dan R&D sebagai bagian integral dari industri farmasi, serta mampu mengembangkan kompetensi diri sesuai dengan kebutuhan industri saat ini,” ujar perwakilan panitia. Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Manado terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan berbasis kebutuhan industri, guna mencetak lulusan farmasi yang kompeten, profesional, dan berdaya saing tinggi

Kuliah Tamu PBL Industri : Pedalaman Farmasi Sains Pada Industri Obat Tradisional

Dalam rangka pelaksanaan Praktik Belajar Lapangan (PBL) Industri, Program Studi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Manado kembali menyelenggarakan kegiatan kuliah tamu sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa di bidang industri farmasi. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari rangkaian kuliah tamu dengan tema besar “Penguatan Farmasi Sains dan Jiwa Pharmapreneur dalam Pengembangan Produk Obat, Makanan-Minuman, Kosmetik, dan Obat Tradisional”. Kuliah tamu Materi II yang mengangkat topik “Gambaran Umum dan Implementasi Farmasi Sains pada Industri Obat Tradisional” dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Kamis, 22 Januari 2026, pukul 09.00–10.00 WITA. Kegiatan ini menghadirkan narasumber praktisi industri, yaitu Apt. Agus Santoso, S.Farm. dari CV Herbal Indo Utama. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa industri obat tradisional di Indonesia memiliki potensi besar yang didukung oleh kekayaan sumber daya alam dan kearifan lokal. Namun, pengembangan produk obat tradisional tetap harus didasarkan pada prinsip ilmiah (farmasi sains) untuk menjamin mutu, keamanan, dan khasiat produk. “Farmasi sains berperan penting dalam memastikan bahwa produk obat tradisional tidak hanya berbasis pengalaman empiris, tetapi juga didukung oleh data ilmiah melalui proses standarisasi bahan baku, formulasi, hingga pengujian mutu produk,” ungkap Apt. Agus Santoso, S.Farm.. Lebih lanjut, beliau memaparkan tahapan implementasi farmasi sains dalam industri obat tradisional, mulai dari pemilihan dan identifikasi bahan baku, proses ekstraksi, standarisasi, formulasi, hingga pengemasan dan distribusi produk. Selain itu, aspek regulasi juga menjadi perhatian penting agar produk yang dihasilkan memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi S1 Farmasi yang sedang menjalani PBL Industri. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi diskusi, terutama dalam menggali informasi terkait peluang pengembangan obat tradisional berbasis bahan alam serta tantangan yang dihadapi dalam proses produksinya.

Kuliah Tamu PBL : Pedalaman Farmasi Sains Pada Industri Kosmetik dan Peluang Pharmapreneurship

Dalam rangka mendukung kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL) Industri, Program Studi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Manado menyelenggarakan Kuliah Tamu dengan tema “Penguatan Farmasi Sains dan Jiwa Pharmapreneur dalam Pengembangan Produk Obat, Makanan-Minuman, Kosmetik, dan Obat Tradisional”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom pada Kamis, 22 Januari 2026, pukul 08.00–09.00 WITA. Kuliah tamu ini menghadirkan praktisi industri, yaitu Apt. Isma Oktadiana, M.Farm. dari PT. Kanaka. Pada kesempatan ini, narasumber menyampaikan Materi I yang berfokus pada “Mengenal Model Bisnis Industri Kosmetik (Maklon) dan Peluang Pharmapreneurship”. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa model bisnis maklon (manufacturing on contract) menjadi salah satu peluang strategis bagi lulusan farmasi untuk memasuki industri kosmetik tanpa harus memiliki fasilitas produksi sendiri. Konsep ini memungkinkan pelaku usaha untuk fokus pada pengembangan merek, pemasaran, serta inovasi produk, sementara proses produksi dilakukan oleh pihak industri yang telah memiliki izin dan fasilitas yang memadai. “Maklon membuka peluang besar bagi mahasiswa farmasi untuk menjadi seorang pharmapreneur. Dengan pemahaman formulasi yang baik serta strategi bisnis yang tepat, mahasiswa dapat mengembangkan produk kosmetik yang aman, berkualitas, dan memiliki daya saing di pasar,” ujar Apt. Isma Oktadiana, M.Farm. Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya integrasi antara ilmu farmasi sains dengan jiwa kewirausahaan (pharmapreneurship). Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami aspek formulasi dan keamanan produk, tetapi juga harus mampu membaca peluang pasar, membangun branding, serta memahami regulasi yang berlaku di industri kosmetik dan produk kesehatan lainnya. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi S1 Farmasi yang sedang menjalani PBL Industri. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam sesi tanya jawab, di mana berbagai pertanyaan diajukan terkait proses maklon, perizinan produk, hingga strategi memulai usaha di bidang kosmetik dan produk berbasis bahan alam. Kuliah tamu ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai dunia industri sekaligus memotivasi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri sebagai calon tenaga farmasi yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga inovatif dan berjiwa wirausaha. Pihak Program Studi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Manado menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja dan industri. “Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dapat memahami keterkaitan antara ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik di industri, serta mampu melihat peluang untuk menjadi pharmapreneur di masa depan,” ujar perwakilan panitia. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Manado terus berkomitmen untuk menghadirkan pembelajaran yang adaptif, aplikatif, serta relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan zaman.

Kuliah Tamu Farmasi Sains : Mengangkat Inovasi Green Extraction dalam Pengembangan Obat Herbal

Program Studi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Manado kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas akademik dan wawasan keilmuan mahasiswa melalui penyelenggaraan Kuliah Tamu Farmasi Sains bertajuk “Green Extraction in Herbal Drug Discovery and Development”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 4 November 2025, pukul 10.00–11.30 WITA, bertempat di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Manado. Kuliah tamu ini menghadirkan pakar nasional di bidang farmakognosi dan fitokimia, yaitu Prof. Dr. Abdul Mun’im, M.Si., Apt. dari Fakultas Farmasi Universitas Indonesia. Kehadiran beliau memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa dan dosen untuk mendapatkan wawasan langsung terkait perkembangan terbaru dalam penemuan dan pengembangan obat berbasis bahan alam. Dalam pemaparannya, Prof. Abdul Mun’im menjelaskan bahwa pendekatan green extraction merupakan inovasi penting dalam dunia farmasi modern, khususnya dalam pengolahan bahan alam menjadi produk obat yang efektif dan aman. Metode ini menekankan penggunaan teknologi ekstraksi yang ramah lingkungan, efisien, serta meminimalkan penggunaan pelarut berbahaya. “Green extraction bukan hanya tentang bagaimana kita memperoleh senyawa aktif dari bahan alam, tetapi juga bagaimana proses tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan, aman bagi lingkungan, dan tetap menghasilkan kualitas senyawa    yang optimal,” ujar Prof. Dr. Abdul Mun’im, M.Si., Apt. dalam sesi pemaparan materi. Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa penerapan konsep ini sangat relevan dalam pengembangan obat herbal di Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati. Dengan pendekatan yang tepat, potensi bahan alam lokal dapat diolah menjadi produk farmasi bernilai tinggi yang mampu bersaing di tingkat global. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi S1 Farmasi dengan antusiasme yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi diskusi interaktif, di mana berbagai pertanyaan diajukan terkait teknik ekstraksi, tantangan dalam penelitian bahan alam, hingga peluang pengembangan industri farmasi berbasis herbal. Selain memberikan pemahaman teoritis, kuliah tamu ini juga membuka wawasan praktis mengenai implementasi metode green extraction dalam penelitian dan pengembangan produk farmasi. Mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu yang diperoleh ke dalam kegiatan akademik maupun penelitian selanjutnya. Pihak Program Studi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Manado menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menghadirkan pembelajaran berbasis praktisi dan pakar di bidangnya. “Kami berharap kegiatan kuliah tamu seperti ini dapat terus memberikan inspirasi serta meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya d alam menghadapi perkembangan ilmu farmasi yang semakin dinamis dan berbasis teknologi,” ujar perwakilan panitia kegiatan. Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Manado menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dalam bidang farmasi bahan alam yang berkelanjutan dan inovatif.

Kuliah Pakar Pharmapreneur : Membangun Mindset Kewirausahaan Apoteker dari Kreativitas Menuju Kesuksesan

Program Studi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Manado kembali menyelenggarakan kegiatan Kuliah Pakar bertajuk “Pharmapreneur: Interpreneurial Mindset for Pharmacists – From Creativity to Greatness”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 Oktober 2025, pukul 09.30 WITA hingga selesai, bertempat di Universitas Muhammadiyah Manado. Kuliah pakar ini menghadirkan dua narasumber praktisi yang berpengalaman di bidang kefarmasian, yaitu Apt. Brenda Felisitas Lengkoan, S.Farm. sebagai praktisi Pedagang Besar Farmasi (PBF) dan Apt. Rahmat Ismail, M.Farm. sebagai praktisi apotek. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pola pikir kewirausahaan (entrepreneurial mindset) yang relevan dengan perkembangan dunia farmasi saat ini. Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan bahwa seorang apoteker tidak hanya berperan sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga memiliki peluang besar untuk menjadi seorang pharmapreneur, yaitu wirausahawan di bidang farmasi. Kreativitas, inovasi, serta kemampuan melihat peluang menjadi kunci utama dalam membangun usaha di sektor ini. “Seorang apoteker harus berani keluar dari zona nyaman dan mulai melihat peluang usaha di bidang farmasi. Kreativitas adalah awal dari inovasi, dan inovasi yang konsisten akan membawa pada kesuksesan,” ungkap Apt. Brenda Felisitas Lengkoan, S.Farm. Sementara itu, Apt. Rahmat Ismail, M.Farm. menambahkan bahwa pengalaman praktik di lapangan menunjukkan pentingnya kemampuan manajerial dan komunikasi dalam menjalankan usaha kefarmasian, khususnya di apotek. “Menjadi pharmapreneur tidak hanya tentang menjual produk, tetapi juga bagaimana membangun kepercayaan, memberikan pelayanan terbaik, dan menjaga profesionalisme sebagai tenaga kesehatan,” jelasnya. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi S1 Farmasi dengan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab, di mana mahasiswa menggali berbagai informasi terkait peluang usaha di bidang farmasi, tantangan yang dihadapi, serta strategi untuk memulai dan mengembangkan bisnis. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan pola pikir yang lebih terbuka dan inovatif, serta memiliki keberanian untuk menciptakan peluang usaha di bidang farmasi. Kuliah pakar ini juga menjadi sarana untuk menghubungkan dunia akademik dengan praktik nyata di lapangan. Pihak Program Studi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Manado menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan. “Kami berharap mahasiswa tidak hanya siap menjadi tenaga farmasi profesional, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja melalui inovasi dan usaha di bidang farmasi,” ujar perwakilan panitia. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Manado terus berupaya mendorong lahirnya generasi apoteker yang kreatif, inovatif, serta mampu bersaing di era global melalui penguatan jiwa pharmapreneurship.