Dalam rangka pelaksanaan Praktik Belajar Lapangan (PBL) Industri, Program Studi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Manado melaksanakan kegiatan kunjungan industri ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Manado. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 28 Januari 2026, pukul 10.00–12.00 WITA, bertempat di Aula Kantor Balai Besar POM Manado yang beralamat di Jl. Raya Manado–Tomohon Km. 7, Winangun Atas, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman langsung kepada mahasiswa mengenai peran dan fungsi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam mengawasi peredaran obat, makanan, kosmetik, dan produk kesehatan lainnya di Indonesia. Dalam kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pemaparan langsung dari tim Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Manado terkait tugas, tanggung jawab, serta sistem pengawasan yang diterapkan.

Suasana sesi diskusi interaktif antara mahasiswa dengan narasumber selama
kegiatan berlangsung.

Dalam sesi materi, tim BPOM menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pre-market hingga post-market. Proses ini meliputi evaluasi produk sebelum izin edar diberikan, serta pengawasan setelah produk beredar di masyarakat guna memastikan keamanan, mutu, dan khasiat produk tetap terjaga.

“BPOM memiliki peran strategis dalam melindungi masyarakat dari produk yang tidak memenuhi standar. Oleh karena itu, setiap produk yang beredar harus melalui proses evaluasi dan pengawasan yang ketat,” ujar perwakilan tim Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Manado.

Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan pada berbagai aspek teknis, seperti proses registrasi produk, pengujian laboratorium, hingga penindakan terhadap pelanggaran yang terjadi di lapangan. Kegiatan ini memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya regulasi dalam industri farmasi dan produk kesehatan. Antusiasme mahasiswa terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan terkait mekanisme pengawasan, prosedur perizinan, serta tantangan yang dihadapi oleh BPOM dalam menjalankan tugasnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami secara komprehensif peran BPOM dalam sistem kesehatan nasional, serta mampu mengaitkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di lapangan. Kunjungan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dalam pengembangan dan distribusi produk farmasi. Pihak Program Studi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Manado menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis praktik.

“Kami berharap mahasiswa dapat memperoleh pengalaman langsung yang berharga, sehingga memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai sistem pengawasan obat dan makanan di Indonesia,” ujar perwakilan panitia.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Manado terus berkomitmen dalam mencetak lulusan farmasi yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memahami aspek regulasi dan praktik industri secara nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *