
pentingnya kreativitas dalam membangun usaha farmasi.
Program Studi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Manado kembali menyelenggarakan kegiatan Kuliah Pakar bertajuk “Pharmapreneur: Interpreneurial Mindset for Pharmacists – From Creativity to Greatness”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 25 Oktober 2025, pukul 09.30 WITA hingga selesai, bertempat di Universitas Muhammadiyah Manado.
Kuliah pakar ini menghadirkan dua narasumber praktisi yang berpengalaman di bidang kefarmasian, yaitu Apt. Brenda Felisitas Lengkoan, S.Farm. sebagai praktisi Pedagang Besar Farmasi (PBF) dan Apt. Rahmat Ismail, M.Farm. sebagai praktisi apotek. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pola pikir kewirausahaan (entrepreneurial mindset) yang relevan dengan perkembangan dunia farmasi saat ini.
Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan bahwa seorang apoteker tidak hanya berperan sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga memiliki peluang besar untuk menjadi seorang pharmapreneur, yaitu wirausahawan di bidang farmasi. Kreativitas, inovasi, serta kemampuan melihat peluang menjadi kunci utama dalam membangun usaha di sektor ini.
“Seorang apoteker harus berani keluar dari zona nyaman dan mulai melihat peluang usaha di bidang farmasi. Kreativitas adalah awal dari inovasi, dan inovasi yang konsisten akan membawa pada kesuksesan,” ungkap Apt. Brenda Felisitas Lengkoan, S.Farm.
Sementara itu, Apt. Rahmat Ismail, M.Farm. menambahkan bahwa pengalaman praktik di lapangan menunjukkan pentingnya kemampuan manajerial dan komunikasi dalam menjalankan usaha kefarmasian, khususnya di apotek.
“Menjadi pharmapreneur tidak hanya tentang menjual produk, tetapi juga bagaimana membangun kepercayaan, memberikan pelayanan terbaik, dan menjaga profesionalisme sebagai tenaga kesehatan,” jelasnya.

pentingnya kreativitas dalam membangun usaha farmasi.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi S1 Farmasi dengan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab, di mana mahasiswa menggali berbagai informasi terkait peluang usaha di bidang farmasi, tantangan yang dihadapi, serta strategi untuk memulai dan mengembangkan bisnis.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan pola pikir yang lebih terbuka dan inovatif, serta memiliki keberanian untuk menciptakan peluang usaha di bidang farmasi. Kuliah pakar ini juga menjadi sarana untuk menghubungkan dunia akademik dengan praktik nyata di lapangan.
Pihak Program Studi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Manado menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan.
“Kami berharap mahasiswa tidak hanya siap menjadi tenaga farmasi profesional, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja melalui inovasi dan usaha di bidang farmasi,” ujar perwakilan panitia.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Manado terus berupaya mendorong lahirnya generasi apoteker yang kreatif, inovatif, serta mampu bersaing di era global melalui penguatan jiwa pharmapreneurship.