Mahasiswa Farmasi UM-Manado Laksanakan PBL Industri melalui Kunjungan ke PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Bitung

Dalam rangka pelaksanaan Praktik Belajar Lapangan (PBL) Industri, Program Studi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Manado melaksanakan kunjungan industri ke PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk yang berlokasi di Kota Bitung. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 28 Januari 2026, pukul 10.00–12.00 WITA, bertempat di fasilitas produksi perusahaan yang berada di Jalan Walanda Maramis, Kelurahan Madidir Weru (Lingkungan I), Kecamatan Madidir, Kota Bitung, Sulawesi Utara. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai proses produksi di industri makanan dan minuman, khususnya yang berkaitan dengan standar mutu, keamanan pangan, serta sistem pengendalian kualitas produk. Dalam kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pemaparan langsung dari tim PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk mengenai alur produksi serta penerapan standar industri yang ketat.Dalam sesi materi, tim Indofood menjelaskan bahwa setiap produk yang dihasilkan harus melalui serangkaian proses yang terstruktur, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, pengemasan, hingga distribusi. Seluruh tahapan tersebut dilakukan dengan menerapkan prinsip Good Manufacturing Practices (GMP) dan sistem jaminan mutu guna memastikan produk aman, higienis, dan berkualitas tinggi. “Kualitas produk merupakan prioritas utama. Oleh karena itu, setiap tahapan produksi harus diawasi dengan ketat untuk memastikan produk yang sampai ke konsumen memenuhi standar keamanan dan mutu,” ujar perwakilan tim PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Selain pemaparan materi, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat lingkungan kerja industri serta memahami penerapan sistem pengendalian mutu di lapangan. Hal ini memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana teori yang dipelajari di bangku kuliah diaplikasikan dalam dunia industri. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi S1 Farmasi dengan antusiasme yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi diskusi, di mana mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan terkait proses produksi, pengendalian mutu, hingga peluang karier di industri makanan dan farmasi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami pentingnya penerapan standar mutu dan keamanan dalam industri, serta mampu mengaitkan ilmu farmasi dengan praktik di bidang industri pangan. Kunjungan ini juga menjadi sarana untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai peluang kerja di sektor industri yang berkaitan dengan kesehatan dan produk konsumsi. Pihak Program Studi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Manado menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran berbasis praktik yang relevan dengan kebutuhan dunia industri. “Kami berharap mahasiswa dapat memperoleh pengalaman langsung dari dunia industri, sehingga memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi dunia kerja,” ujar perwakilan panitia. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Manado terus berkomitmen dalam mencetak lulusan yang kompeten, profesional, serta memiliki pemahaman yang luas terhadap berbagai sektor industri.

Mahasiswa Farmasi UM-Manado Laksanakan PBL Industri Melalui Kunjungan ke BPOM Manado

Dalam rangka pelaksanaan Praktik Belajar Lapangan (PBL) Industri, Program Studi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Manado melaksanakan kegiatan kunjungan industri ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Manado. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 28 Januari 2026, pukul 10.00–12.00 WITA, bertempat di Aula Kantor Balai Besar POM Manado yang beralamat di Jl. Raya Manado–Tomohon Km. 7, Winangun Atas, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman langsung kepada mahasiswa mengenai peran dan fungsi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam mengawasi peredaran obat, makanan, kosmetik, dan produk kesehatan lainnya di Indonesia. Dalam kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pemaparan langsung dari tim Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Manado terkait tugas, tanggung jawab, serta sistem pengawasan yang diterapkan. Dalam sesi materi, tim BPOM menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pre-market hingga post-market. Proses ini meliputi evaluasi produk sebelum izin edar diberikan, serta pengawasan setelah produk beredar di masyarakat guna memastikan keamanan, mutu, dan khasiat produk tetap terjaga. “BPOM memiliki peran strategis dalam melindungi masyarakat dari produk yang tidak memenuhi standar. Oleh karena itu, setiap produk yang beredar harus melalui proses evaluasi dan pengawasan yang ketat,” ujar perwakilan tim Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Manado. Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan pada berbagai aspek teknis, seperti proses registrasi produk, pengujian laboratorium, hingga penindakan terhadap pelanggaran yang terjadi di lapangan. Kegiatan ini memberikan gambaran nyata mengenai pentingnya regulasi dalam industri farmasi dan produk kesehatan. Antusiasme mahasiswa terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan terkait mekanisme pengawasan, prosedur perizinan, serta tantangan yang dihadapi oleh BPOM dalam menjalankan tugasnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami secara komprehensif peran BPOM dalam sistem kesehatan nasional, serta mampu mengaitkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di lapangan. Kunjungan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dalam pengembangan dan distribusi produk farmasi. Pihak Program Studi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Manado menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis praktik. “Kami berharap mahasiswa dapat memperoleh pengalaman langsung yang berharga, sehingga memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai sistem pengawasan obat dan makanan di Indonesia,” ujar perwakilan panitia. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Manado terus berkomitmen dalam mencetak lulusan farmasi yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memahami aspek regulasi dan praktik industri secara nyata.