MANADO – Sejumlah mahasiswa Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Manado (UNIMMAN) melaksanakan kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL) sebagai bagian dari kurikulum wajib untuk menyelaraskan teori akademik dengan realita di dunia kerja.

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali calon farmasis dengan pengalaman langsung dalam manajemen pelayanan kefarmasian, mulai dari pengelolaan sediaan obat hingga pemberian edukasi kepada masyarakat.

Fokus Pengembangan Kompetensi

Selama masa PBL, para mahasiswa ditempatkan di berbagai instansi mitra, seperti Rumah Sakit, Puskesmas, dan Apotek di wilayah Sulawesi Utara. Beberapa fokus utama dalam praktik ini meliputi:

Sinergi Teori dan Praktik

Pihak program studi menekankan bahwa PBL bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan jembatan bagi mahasiswa untuk memahami etika profesi dan tanggung jawab seorang farmasis dalam menjaga kualitas hidup pasien.

“Melalui lapangan, mahasiswa dituntut untuk lebih adaptif dan komunikatif. Teori yang didapat di kelas diuji langsung saat berhadapan dengan pasien atau tenaga medis lainnya,” ujar perwakilan dosen pembimbing lapangan.

Antusiasme Mahasiswa

Para mahasiswa menyambut positif kegiatan ini. Selain mengasah hard skill teknis kefarmasian, mereka juga mengaku mendapatkan peningkatan dalam soft skill seperti kerja sama tim dan penyelesaian masalah di situasi darurat medis.

Dengan terlaksananya PBL ini, Universitas Muhammadiyah Manado terus berkomitmen mencetak lulusan farmasi yang unggul, profesional, dan berintegritas sesuai dengan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *