Program Studi Sarjana (S1) Farmasi Universitas Muhammadiyah Manado lahir sebagai bagian dari upaya penguatan pendidikan tinggi farmasi di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), khususnya di kawasan Indonesia Timur. Inisiasi pembentukan program studi ini bermula dari pertemuan Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (APTFMA) yang diselenggarakan di Kota Manado pada tanggal 13 – 15 Februari tahun 2023, dengan Universitas Muhammadiyah Manado bertindak sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.

Pertemuan APTFMA tersebut menjadi momentum strategis bagi pengembangan pendidikan farmasi di wilayah Sulawesi Utara. Dalam forum tersebut dibahas berbagai isu penguatan mutu pendidikan farmasi, kolaborasi antar perguruan tinggi, serta strategi pengembangan program studi farmasi di lingkungan PTMA. Diskusi dan rekomendasi yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut mendorong Universitas Muhammadiyah Manado untuk mengambil langkah konkret dalam mengembangkan pendidikan farmasi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Pada tahun yang sama, berdasarkan arahan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI), dilakukan upaya penataan kelembagaan perguruan tinggi swasta di wilayah tersebut. Salah satu rekomendasi yang diberikan adalah melakukan penyatuan (merger) institusi guna memperkuat tata kelola, sumber daya, dan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi. Menindaklanjuti arahan tersebut, Universitas Muhammadiyah Manado kemudian melakukan proses penyatuan dengan STIKES Surya Mitra Farmasi (Surifatri) Kotamobagu, yang pada saat itu telah menyelenggarakan Program Studi S1 Farmasi dengan

Proses penyatuan ini dilaksanakan secara bertahap melalui berbagai tahapan administratif, akademik, dan kelembagaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Untuk mendukung proses tersebut, Universitas Muhammadiyah Manado memperoleh dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Program Hibah Penyatuan Perguruan Tinggi Swasta (APPP-PTS). Hibah ini dimanfaatkan untuk memperkuat integrasi kelembagaan, pengembangan sarana prasarana, serta penataan sistem akademik dalam rangka memastikan keberlanjutan dan peningkatan kualitas pendidikan farmasi.

Setelah melalui proses evaluasi dan verifikasi oleh kementerian terkait, akhirnya pada Januari 2025 diterbitkan Surat Keputusan (SK) Penyatuan Perguruan Tinggi Nomor 24/B/O/2025 yang secara resmi menetapkan penyatuan STIKES Surifatri Kotamobagu ke dalam Universitas Muhammadiyah Manado. Terbitnya keputusan tersebut sekaligus menandai resmi berdirinya Program Studi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Manado sebagai bagian dari fakultas/struktur akademik universitas.

Kehadiran Program Studi S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Manado diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan ilmu kefarmasian yang unggul dalam bidang farmasi sains dan Pharmapreuner, berlandaskan nilai-nilai Islam dan kemuhammadiyahan, serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Sulawesi Utara dan kawasan Indonesia Timur.